Logo LSP MPI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

STRATEGI LEMBAGA SERTIFIKASI P3 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SEGERA MENDAPATKAN LISENSI

A

Ditulis Oleh

Admin

Tanggal Terbit

04 June 2026

Kategori

Berita

STRATEGI LEMBAGA SERTIFIKASI P3 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SEGERA MENDAPATKAN LISENSI

Prof. Dr. H. Badrudin, M.Ag., CIIQA, CEAM
Direktur LSP Manajemen Pendidikan Islam

LSP Manajemen Pendidikan Islam (MPI) melakukan upaya agar cepat memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Agar LSP MPI segera mendapatkan lisensi dari BNSP, LSP tersebut melalukan sejumlah langkah yaitu memastikan telah memiliki kelengkapan administrasi dan menyiapkan ekosistem sertifikasi secara nyata, yaitu: memastikan telah memiliki skema terverifikasi BNSP, memiliki asesor, memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan memperoleh dukungan dunia industri/profesi. Hal tersebut ditempuh LSP MPI karena BNSP menilai kesiapan operasional, bukan sekadar proposal.

Berikut strategi efektif yang dilakukan LSP Manajemen Pendidikan Islam (MPI) untuk segera mendapatkan lisensi BNSP:

1. Memastikan Jenis LSP Manajemen Pendidikan Islam merupakan LSP yang paling realistis

LSP Manajemen Pendidikan Islam merupakan LSP yang paling realistis karena LSP P3 Manajemen Pendidikan Islam berbasis asosiasi profesi nasional PERMA PENDIS Indonesia dan melayani umum. LSP tersebut merupakan jejaring nasional termasuk tipe P3 sehingga berkembang dengan baik. LSP P3 Manajemen Pendidikan Islam memiliki independensi, jejaring profesi, dan legitimasi yang lebih kuat.

2. LSP Manajemen Pendidikan Islam tidak terlalu banyak skema di awal

LSP Manajemen Pendidikan Islam pada tahap awal memiliki 4 skema inti yang sangat dibutuhkan pasar, yaitu: Sertifikasi Okupasi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sertifikasi Okupasi Kepala Madrsah Tsanawiyah (MTs), Sertifikasi Okupasi Kepala Madrasah Aliyah (MA) dan Sertifikasi Okupasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Kalau sudah berjalan LSP Manajemen Pendidikan Islam berencana memperluas dan menambah skema Pengelola Pesantren, Pengawas Pendidikan Islam, Tenaga Administrasi Pendidikan Islam  dan skema lainnya yang senada dengan LSP. LSP Manajemen Pendidikan Islam termasuk LSP yang jelas okupasinya, ada kebutuhan nyata, dan bisa langsung diujikan.

3. LSP Manajemen Pendidikan Islam memiliki asesor kompetensi benar-benar siap

Asesor kompetensi merupakan faktor paling menentukan. Saat ini, LSP Manajemen Pendidikan Islam memiliki 47 (Empat Puluh Tujuh) asesor komeoetensi dan sudah bersertifikat, memahami metodologi asesmen, memiliki portofolio nyata, dan aktif sebagai pakar, guru besar, akademisi, praktisi dan pemerhati bidang manajemen pendidikan Islam, kepemimpinan madrasah, dan kepemimpinan PTKI. LSP Manajemen Pendidikan islam (MPI) mencerminkan LSP ideal karena memiliki asesor lintas wilayah provinsi, ada profesor/praktisi, dan ada keterwakilan asosiasi profesi.

4. LSP Manajemen Pendidikan Islam memiliki dokumen mutu Lengkap

LSP MPI telah memiliki sejumlah dokumen utama: Pedoman mutu, SOP asesmen, SOP banding, SOP keluhan, SOP sertifikasi, MUK, perangkat asesmen, dan rekaman simulasi asesmen. LSP Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berupaya menjaga konsistensi sistem mutu.

5. LSP MPI memiliki dukungan stakeholder

Dukungan LSP Manajemen Pendidikan Islam berasal dari sejumlah steakholder, karena melibatkan: Kementerian Agama RI, Kemenaker RI, PTKIN/PTKIS, Kanwil Kemenag, asosiasi kepala madrasah, pesantren, organisasi profesi, dan dunia kerja pendidikan Islam.  Hal tersebut sangat diperhatikan oleh LSP MPI karena hal tersebut merupakan salah satu syarat lisensi yakni adanya dukungan pemangku kepentingan.

6. LSP MPI Miliki TUK yang benar-benar siap visitasi

TUK bukan hanya formalitas, tetapi memenuhi persyaratan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yaitu ada ruang asesmen, perangkat administrasi, simulasi uji, jaringan internet, dokumentasi, dan SDM operator. Ketika visitasi, asesor lisensi biasanya langsung melihat kesiapan lapangan.

7. LSP Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggunakan pendekatan “pilot project”

Sebelum lisensi penuh, LSP MPI melalukan sejumlah kegiatan: melakukan simulasi sertifikasi, uji coba asesmen internal, dan mengumpulkan evidence. Hal tersebut mempercepat lisensi karena: asesor lisensi melihat sistem sudah berjalan dan bukan baru konsep.

8. LSP MPI merupakan LSP serius membangun profesionalisme, bukan “LSP hanya untuk proyek sertifikat”

Di beberapa sektor, citra LSP menurun karena dianggap formalitas administratif. Bahkan diskusi publik di Reddit menyoroti pentingnya mutu asesmen dan independensi asesor. Karena itu. LSP MPI berupaya melakukan langkah-langkah: Membangun reputasi akademik dan profesional, fokus pada kompetensi nyata, dan bukan sekadar penerbitan sertifikat.

Untuk bidang Manajemen Pendidikan Islam, LSP MPI memiliki peluang besar karena sektor ini masih sangat membutuhkan standardisasi kompetensi nasional.

9. LSP MPI Membentuk tim inti kecil yang sangat aktif

Agar cepat lisensi, LSP MPI memiliki: 1 Direktur/ketua yang kuat, 1 manajer sertifikasi, 1 ahli mutu, 1 ahli skema, 5 administrator, 1 koordinator asesor.

10. LSP MPI Melakukan pendampingan langsung dengan konsultan/pihak berpengalaman

LSP MPKI melakukan benchmarking ke LSP aktif, melakukan magang pengelolaan, atau pendampingan teknis.  LSP MPI (Manajemen Pendidikan Islam) selalu belajar dari LSP lain untuk mempelajari langsung: bagaimana mereka lolos witness, audit dokumen, dan surveillance.

 

Status: Terverifikasi LSP MPI